Welcome

Sosant Unnes 2013

Rabu, 12 November 2014

UTS Antropologi Terapan

Nama             : Sekar Arum Ngarasati
NIM                 : 3401413026
Rombel          : 1
UTS Antropologi Terapan

            Di Indonesia, baru mulai dikembangkan suatu ilmu antropologi khas Indonesia. Beruntunglah kita bahwa dalam hal menentukan dasar-dasar dari antropologi Indonesia belum terikat oleh suatu tradisi sehingga kita masih merdeka untuk memilih dan mengombinasikan unsur-unsur dari berbagai aliran antropologi yang paling cocok atau yang dapat diselaraskan dengan masalah kemasyarakatan di Indonesia. Konsepsi mengenai luas dari batas-batas lapangan penelitian antropologi dan seluruh integrasi luas dari metode-metode antropologi, dapat kita contoh dari Amerika. Penggunaan antropologi sebagai suat ilmu praktis untuk mengumpulkan data tentang kehidupan masyarakat dan kebudayaan dari berbagai suku bangsa yang berbeda-beda kemudian kita pamerkan sehingga dengan demikian saling timbul pengertian antara berbagai suku bangsa itu. [1]
            Sementara ini, antropologi yang berkembang di Indonesia, banyak yang menganggap antopologi ilmu yang dipandang sebelah mata. Artinya banyak yang beranggapan bahwa antropolog hanya meneliti orang-orang yang aneh dan eksotis yang tinggal di daerah-daerah yang jauh di mana mereka masih menjalankan kebiasaan-kebiasaan yang bagi masyarakat umum adalah asing. Sebenarnya antropologi tidak hanya meneliti orang-orang yang dianggap asing saja, tetapi antropologi juga mempelajari berbagai keberagaman budaya yang ada di Indonesia. Persepsi orang awam mengenai ilmu antropologi itu mempelajari apa sebaiknya mulai sekarang segera dihilangkan. Dengan cara para antropolog memberikan sosialisasi kepada masyarakat awam misalnya melakukan penelitian kecil-kecilan bersama orang awam. Dengan salah satu cara tersebut persepsi mengenai ilmu antropologi yang hanya meneliti orang-orang yang dianggap aneh perlahan akan hilang.
                Antropologi memang tertarik pada masa lampau. Mereka ingin tahu tentang asal-mula manusia dan perkembangannya, dan mereka juga mempelajari masyarakat-masyarakat yang masih sederhana (sering disebut dengan primitif). Tetapi sekarang Antropologi juga mempelajari  tingkah laku manusia di tempat-tempat umum seperti di restaurant, rumah sakit dan di tempat-tempat bisnis modern lainnya. Mereka juga tertarik dengan bentuk-bentuk pemerintahan atau negara modern yang ada sekarang ini sama tertariknya ketika mereka mempelajari bentuk -bentuk pemerintahan yang sederhana yang terjadi pada masa lampau atau masih terjadi pada masyarakat-masyarakat di daerah yang terpencil.[2]
            Kebudayaan setiap masyarakat bersifat dinamis karena masyarakatnya memiliki sifat yang berbeda-beda dengan yang lainnya. Dan masyarakat satu tidak bisa disamakan dengan masyarakat lainnya. Dengan demikian kebudayaan yang ada dalam masyarakat dapat berkembang bahkan berubah seiring berkembangnya waktu. Tidak dapat dipungkiri jika banyak masyarakat yang terpengaruh kebudayaan luar dan hampir melupakan kebudayaannya sendiri. Misalnya remaja zaman sekarang yang menyukai artis-artis, boy band, girl band yang berasal dari Korea. Hal ini membuktikan bahwa mereka mempunyai sikap fanatik terhadap artis-artis Korea hingga semuanya disamakan atau mengikuti gaya artis Korea. Sedangkan apa yang terjadi pada budaya sendiri? Mereka hampir lupa dengan angklung, gamelan, dan lain-lain.
            Antropolog juga sebaiknya melakukan penelitian tentang peristiwa yang terjadi pada remaja yang ada di Indonesia. Dengan melakukan penelitian, setidaknya dapat mengurangi sikap  fanatik mereka kepada artis-artis Korea melalui pendekatan yang telah digunakan oleh para antropolog.
            Penelitian-penelitian yang menyangkut proses sosial yang terjadi bila manusia dalam suatu masyarakat dengan suatu kebudayaan tertentu dipengaruhi oleh unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing yang sedemikian berbeda sifatnya, sehingga unsur-unsur kebudayaan asing tadi lambat-laun diakomodasikan dan diintegrasikan ke dalam kebudayaan itu sendiri tanpa kehilangan kepribadian dari kebudayaannya sendiri, disebut penelitian mengenai gejala akulturasi (acculturation).[3]
      Antropologi terapan merupakan cabang antropologi yang belum lama dikenal yang muncul untuk menjawab tantangan zaman. Antropologi terapan ini diadakan untuk langsung diaplikasikan sesuai situasi dan kondisi. Misalnya: Perusahaan Kelapa Sawit akan mendirikan pabrik di daerah transmigrasi yang banyak kelapa sawitnya harus melakukan penelitian. Penelitian yang dilakukan antropolog yang telah ditugaskan agar tidak salah mendirikan pabrik disitu. Dalam hal ini antropolog meneliti tentang minat masyarakat, kehidupan sosial, apa efek yang akan terjadi setelah ada pabrik disitu, apa yang akan terjadi jika ada masyarakat yang tidak setuju dengan adanya pabrik itu, dan sebagainya. Penelitian itu dilaksanakan oleh antropolog sebaik mungkin dalam hal ini cabang antropolog terapan. Kemudian hasil penelitiannya tersebut, diterapkan oleh pabrik Kelapa Sawitnya.
Antropologi terapan mengkaji  atau berhubungan dengan budaya-budaya dan kelompok sosial yang hidup pada masa kini (living cultures and contemporary peoples). Studi antropologi terapan adalah berkenaan dengan kebutuhan dan masalah nyata yang dihadapi kelompok sosial tersebut pada masa kini, seperti masalah konflik etnis, pengangguran, bencana alam, penyalahgunaan obat, HIV/AIDS, kemiskinan struktural, ethnic cleansing, dan sebagainya.
            Sedangkan antropologi murni merupakan ilmu yang benar-benar sekedar untuk diketahui, manfaatnya untuk ilmu itu sendiri tidak diterapkan pada masyarakat untuk kehidupan sehari-harinya.
Contoh : Melakukan penelitian mengenai banyaknya anak jalanan yang terjadi saat ini. Yang pembahasannya meliputi latar belakang terjadinya pengangguran, keadaan masyarakat akibat adanya anak jalannya, tenatang kurangnya pendidikan pada anak jalanan, serta upaya yang dilakukan untuk mengatasi anak jalanan pada masa kini.
            Antropologi yang akan dibangun di Indonesia tidak hanya antropologi murni saja tetapi harus ada antropologi terapan. Karena ilmu terapan dipelajari, diketahui, dan diterapkan (diaplikasikan)  ditempat yang bersangkutan sesuai denagn situasi, kajiannya untuk dimanfaatkan masyarakat. Sedangkan ilmu murni merupakan ilmu yang benar-benar sekedar untuk diketahui, manafaatnya untuk ilmu itu sendiri. Antropologi tidak usah dibawa kemana-mana, biarkan antropologi perkembang seiring berjalannya waktu. Berkembang sesuai kebudayaan dan permasalahan yang ada di masyarakat. Karena kebudayaan bersifat dinamis dan adaptif.
            Setelah keluar dari kuliah jurusan antropologi saya ingin lebih ke pendidikannya. Karena apa? karena cita-cita saya sejak kecil memang ingin menjadi seorang guru. Kalaupun kita mempunyai ilmu juga tidak harus kita terapkan dalam dunia pendidikan saja, tetapi saya akan menerapkannya dalam bidang yang lainnya yang membutuhkan kajian tentang antropologi. Seiring perkembangannya zaman, antropologi memang sangat dibutuhkan karena sekarang ini permasalahan di Indonesia sangat rumit sehingga perlu konsentrasi dan perhatian yang lebih dalam menangani berbagai permasalahan.



Daftar Pustaka:
·         Koentjaraningrat. 2009. Pengantar Ilmu Antropologi (Edisi Revisi). Jakarta: Rineka Cipta.
·         Koenjaraningrat. 1990. Sejarah Teori Antropologi. Jilid II. Jakarta: UI Press.
·         Artikel ilmiah Leonard Siregar (Dosen Tetap di Jurusan Antropologi Universitas Cenderawasih dan Ketua Laboratorium Antropologi Universitas Cenderawasih)
·

                                                                                                                      



[1] Koentjaraningrat. 2009. Pengantar Ilmu Antropologi (Edisi Revisi). Jakarta: Rineka Cipta.
[2] Artikel ilmiah Leonard Siregar (Dosen Tetap di Jurusan Antropologi Universitas Cenderawasih dan Ketua Laboratorium Antropologi Universitas Cenderawasih)
[3]  Untuk uraian lebih luas mengenai istilah itu, lihat karangan-karangan M.J. Herskovits (1938), R. Beals (1953), dan L. Broom, S.J. Siegel, E. Vogt, J.B. Watson (1954).
Koenjaraningrat. 1990. Sejarah Teori Antropologi. Jilid II. Jakarta: UI Press.

1 komentar:

  1. Borgata Hotel Casino & Spa - TripAdvisor
    Borgata Hotel Casino & Spa, Atlantic City: 2000 reviews. 김포 출장샵 The spa is beautiful and is part of the Borgata's collection of wellness. Rating: 4.5 · ‎3,220 양주 출장안마 reviews · ‎Price range: $ (Based on Average Nightly Rates for a Standard Room from our Partners)Which popular attractions are 인천광역 출장안마 close to Borgata Hotel Casino 밀양 출장샵 & 화성 출장마사지 Spa?What are some of the property amenities at Borgata Hotel Casino & Spa?

    BalasHapus