Nama : Sekar Arum Ngarasati
NIM : 3401413026
Rombel : 1
UTS
Antropologi Terapan
Di Indonesia, baru mulai
dikembangkan suatu ilmu antropologi khas Indonesia. Beruntunglah kita bahwa
dalam hal menentukan dasar-dasar dari antropologi Indonesia belum terikat oleh
suatu tradisi sehingga kita masih merdeka untuk memilih dan mengombinasikan unsur-unsur
dari berbagai aliran antropologi yang paling cocok atau yang dapat diselaraskan
dengan masalah kemasyarakatan di Indonesia. Konsepsi mengenai luas dari
batas-batas lapangan penelitian antropologi dan seluruh integrasi luas dari
metode-metode antropologi, dapat kita contoh dari Amerika. Penggunaan
antropologi sebagai suat ilmu praktis untuk mengumpulkan data tentang kehidupan
masyarakat dan kebudayaan dari berbagai suku bangsa yang berbeda-beda kemudian
kita pamerkan sehingga dengan demikian saling timbul pengertian antara berbagai
suku bangsa itu. [1]
Sementara ini, antropologi yang
berkembang di Indonesia, banyak yang menganggap antopologi ilmu yang dipandang
sebelah mata. Artinya banyak yang beranggapan bahwa antropolog hanya meneliti
orang-orang yang aneh dan eksotis yang tinggal di daerah-daerah yang jauh di
mana mereka masih menjalankan kebiasaan-kebiasaan yang bagi masyarakat umum
adalah asing. Sebenarnya antropologi tidak hanya meneliti orang-orang yang
dianggap asing saja, tetapi antropologi juga mempelajari berbagai keberagaman
budaya yang ada di Indonesia. Persepsi orang awam mengenai ilmu antropologi itu
mempelajari apa sebaiknya mulai sekarang segera dihilangkan. Dengan cara para
antropolog memberikan sosialisasi kepada masyarakat awam misalnya melakukan
penelitian kecil-kecilan bersama orang awam. Dengan salah satu cara tersebut
persepsi mengenai ilmu antropologi yang hanya meneliti orang-orang yang
dianggap aneh perlahan akan hilang.
Antropologi memang tertarik
pada masa lampau. Mereka ingin tahu tentang asal-mula manusia dan perkembangannya,
dan mereka juga mempelajari masyarakat-masyarakat yang masih sederhana (sering
disebut dengan primitif). Tetapi sekarang Antropologi juga mempelajari tingkah laku manusia di tempat-tempat umum seperti
di restaurant, rumah sakit dan di tempat-tempat bisnis modern lainnya. Mereka
juga tertarik dengan bentuk-bentuk pemerintahan atau negara modern yang ada
sekarang ini sama tertariknya ketika mereka mempelajari bentuk -bentuk
pemerintahan yang sederhana yang terjadi pada masa lampau atau masih terjadi
pada masyarakat-masyarakat di daerah yang terpencil.[2]
Kebudayaan setiap masyarakat
bersifat dinamis karena masyarakatnya memiliki sifat yang berbeda-beda dengan
yang lainnya. Dan masyarakat satu tidak bisa disamakan dengan masyarakat
lainnya. Dengan demikian kebudayaan yang ada dalam masyarakat dapat berkembang
bahkan berubah seiring berkembangnya waktu. Tidak dapat dipungkiri jika banyak
masyarakat yang terpengaruh kebudayaan luar dan hampir melupakan kebudayaannya
sendiri. Misalnya remaja zaman sekarang yang menyukai artis-artis, boy band,
girl band yang berasal dari Korea. Hal ini membuktikan bahwa mereka mempunyai
sikap fanatik terhadap artis-artis Korea hingga semuanya disamakan atau
mengikuti gaya artis Korea. Sedangkan apa yang terjadi pada budaya sendiri?
Mereka hampir lupa dengan angklung, gamelan, dan lain-lain.
Antropolog juga sebaiknya melakukan
penelitian tentang peristiwa yang terjadi pada remaja yang ada di Indonesia.
Dengan melakukan penelitian, setidaknya dapat mengurangi sikap fanatik mereka kepada artis-artis Korea
melalui pendekatan yang telah digunakan oleh para antropolog.
Penelitian-penelitian yang
menyangkut proses sosial yang terjadi bila manusia dalam suatu masyarakat
dengan suatu kebudayaan tertentu dipengaruhi oleh unsur-unsur dari suatu
kebudayaan asing yang sedemikian berbeda sifatnya, sehingga unsur-unsur
kebudayaan asing tadi lambat-laun diakomodasikan dan diintegrasikan ke dalam
kebudayaan itu sendiri tanpa kehilangan kepribadian dari kebudayaannya sendiri,
disebut penelitian mengenai gejala akulturasi (acculturation).[3]
Antropologi
terapan merupakan cabang antropologi yang belum lama dikenal yang muncul untuk
menjawab tantangan zaman. Antropologi terapan ini diadakan untuk langsung
diaplikasikan sesuai situasi dan kondisi. Misalnya: Perusahaan Kelapa Sawit
akan mendirikan pabrik di daerah transmigrasi yang banyak kelapa sawitnya harus
melakukan penelitian. Penelitian yang dilakukan antropolog yang telah
ditugaskan agar tidak salah mendirikan pabrik disitu. Dalam hal ini antropolog
meneliti tentang minat masyarakat, kehidupan sosial, apa efek yang akan terjadi
setelah ada pabrik disitu, apa yang akan terjadi jika ada masyarakat yang tidak
setuju dengan adanya pabrik itu, dan sebagainya. Penelitian itu dilaksanakan
oleh antropolog sebaik mungkin dalam hal ini cabang antropolog terapan.
Kemudian hasil penelitiannya tersebut, diterapkan oleh pabrik Kelapa Sawitnya.
Antropologi
terapan mengkaji atau berhubungan dengan budaya-budaya dan kelompok
sosial yang hidup pada masa kini (living cultures and contemporary peoples).
Studi antropologi terapan adalah berkenaan dengan kebutuhan dan masalah nyata
yang dihadapi kelompok sosial tersebut pada masa kini, seperti masalah konflik
etnis, pengangguran, bencana alam, penyalahgunaan obat, HIV/AIDS, kemiskinan
struktural, ethnic cleansing, dan sebagainya.
Sedangkan
antropologi murni merupakan ilmu yang benar-benar sekedar untuk diketahui,
manfaatnya untuk ilmu itu sendiri tidak diterapkan pada masyarakat untuk
kehidupan sehari-harinya.
Contoh : Melakukan penelitian mengenai banyaknya anak
jalanan yang terjadi saat ini. Yang pembahasannya meliputi latar belakang
terjadinya pengangguran, keadaan masyarakat akibat adanya anak jalannya, tenatang
kurangnya pendidikan pada anak jalanan, serta upaya yang dilakukan untuk
mengatasi anak jalanan pada masa kini.
Antropologi
yang akan dibangun di Indonesia tidak hanya antropologi murni saja tetapi harus
ada antropologi terapan. Karena ilmu
terapan dipelajari, diketahui, dan diterapkan (diaplikasikan) ditempat yang bersangkutan
sesuai denagn situasi, kajiannya untuk dimanfaatkan masyarakat. Sedangkan ilmu
murni merupakan ilmu yang benar-benar sekedar untuk diketahui, manafaatnya
untuk ilmu itu sendiri. Antropologi tidak usah dibawa kemana-mana, biarkan
antropologi perkembang seiring berjalannya waktu. Berkembang sesuai kebudayaan
dan permasalahan yang ada di masyarakat. Karena kebudayaan bersifat dinamis dan
adaptif.
Setelah keluar dari kuliah jurusan
antropologi saya ingin lebih ke pendidikannya. Karena apa? karena cita-cita
saya sejak kecil memang ingin menjadi seorang guru. Kalaupun kita mempunyai
ilmu juga tidak harus kita terapkan dalam dunia pendidikan saja, tetapi saya
akan menerapkannya dalam bidang yang lainnya yang membutuhkan kajian tentang
antropologi. Seiring perkembangannya zaman, antropologi memang sangat
dibutuhkan karena sekarang ini permasalahan di Indonesia sangat rumit sehingga
perlu konsentrasi dan perhatian yang lebih dalam menangani berbagai
permasalahan.
Daftar
Pustaka:
·
Koentjaraningrat. 2009. Pengantar Ilmu Antropologi (Edisi
Revisi). Jakarta: Rineka
Cipta.
·
Koenjaraningrat. 1990. Sejarah Teori Antropologi. Jilid II. Jakarta: UI Press.
·
Artikel ilmiah Leonard Siregar (Dosen Tetap
di Jurusan Antropologi Universitas Cenderawasih dan Ketua Laboratorium
Antropologi Universitas Cenderawasih)
·
[2] Artikel
ilmiah Leonard Siregar (Dosen Tetap di Jurusan Antropologi Universitas
Cenderawasih dan Ketua Laboratorium Antropologi Universitas Cenderawasih)
[3] Untuk uraian lebih luas mengenai istilah itu,
lihat karangan-karangan M.J. Herskovits (1938), R. Beals (1953), dan L. Broom,
S.J. Siegel, E. Vogt, J.B. Watson (1954).
Koenjaraningrat. 1990. Sejarah Teori Antropologi. Jilid II. Jakarta: UI Press.







Borgata Hotel Casino & Spa - TripAdvisor
BalasHapusBorgata Hotel Casino & Spa, Atlantic City: 2000 reviews. 김포 출장샵 The spa is beautiful and is part of the Borgata's collection of wellness. Rating: 4.5 · 3,220 양주 출장안마 reviews · Price range: $ (Based on Average Nightly Rates for a Standard Room from our Partners)Which popular attractions are 인천광역 출장안마 close to Borgata Hotel Casino 밀양 출장샵 & 화성 출장마사지 Spa?What are some of the property amenities at Borgata Hotel Casino & Spa?